Gerhana Matahari Cincin 2010
JAKARTA – Prediksi kemunculan gerhana Matahari cincin pada Jumat 15 Januari 2010 memancing antusiasme masyarakat menantikan fenomena tersebut. Sayangnya tidak semua wilayah Bumi kebagian melihat gerhana Matahari secara utuh. Indonesia termasuk wilayah yang akan mengalami gerhana Matahari sebagian.
Peristiwa spektakuler pertama di tahun 2010 ini adalah Gerhana Bulan Sebagian (GBS), yang terjadi kurang dari 30 menit setelah pergantian tahun. Proses gerhana itu dimulai dengan masuknya Bulan ke penumbra Bumi pada pukul 00.17 WIB. Namun dengan mata telanjang, kita akan kesulitan melihat perbedaan kenampakan Bulan saat ini dengan sebelum gerhana terjadi. Kita baru bisa melihat pemandangan yang membuat kita menahan nafas ketika waktu menunjukkan pukul 01.53 WIB, yaitu saat Bulan mulai memasuki umbra Bumi. Bagian tepi Bulan akan perlahan menghitam sedikit demi sedikit hingga mencapai puncaknya pada pukul 02.24 WIB dan kembali seperti semula pada pukul 02.53 WIB. Proses GBS ini berakhir seluruhnya pada pukul 04.28 WIB.
“Gerhana Matahari cincin yang akan muncul besok hanya akan terlihat jelas di Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan China,” kata Profesor riset astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, saat dihubungi Okezone, Kamis (13/1/2010).
Daerah di Indonesia yang dapat menyaksikan gerhana nanti adalah seluruh Sumatra dan Kalimantan, bagian barat pulau Jawa, dan bagian utara pulau Sulawesi. Meskipun begitu, proses GMS akan bisa kita saksikan lebih baik apabila kita berada di wilayah barat Indonesia. Di sana gerhana akan berlangsung lebih lama dan piringan Matahari yang tertutup oleh Bulan juga lebih banyak dibandingkan dengan pengamatan di daerah timur.
Untuk pengamat yang berada di Banda Aceh, gerhana dimulai pada sekitar pukul 13.40 WIB dan berakhir pada pukul 16.40 WIB. Luas daerah piringan Matahari yang tertutupi Bulan mencapai 46% pada saat maksimumnya, yaitu pada sekitar pukul 15.20 WIB. Jumlah tersebut jauh lebih besar daripada hasil pengamatan di Manado yang hanya menutupi 0,3% daerah piringan Matahari saja. Di bawah ini adalah animasi kenampakan gerhana Matahari dari 4 kota di Indonesia, yaitu Banda Aceh, Jakarta, Semarang, dan Manado (semuanya berumber dari eclipse.org.uk). Untuk melihat animasi kenampakan gerhana dari daerah lainnya, silakan kunjungi situs tersebut.
Prediksi ini memang tidak jauh beda dengan yang diungkapkan oleh Kepala Observatorium Boscha, Hakim L Malasan. Hakim dan tim Boscha yang melakukan pemantauan di Bandung memperkirakan kemunculan gerhana di Bandung sebesar delapan persen akan nampak mulai pukul 14.30 WIB hingga 15.55 WIB.
Cuaca mendung dan hujan memang membuat para astronom khawatir fenomena ini sulit terlihat. Namun LAPAN memberikan bocoran tempat-tempat potensial untuk melihat gerhana Matahari sebagian yang terjadi besok.
“Di Indonesia, gerhana matahari hanya terlihat di Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat hingga Jawa Tengah, Sulawesi Utara dan Lhokseumawe,” kata Thomas.
Lebih lanjut Thomas memberikan keterangan lebih lengkap mengenai persentase penampakan gerhana di masing-masing daerah yang akan dilewati.
Menurutnya, di wilayah Sumatera fenomena gerhana akan terlihat sebesar 10 hingga 60 persen, Kalimantan sekira 0 hingga 20 persen, Jawa Barat hingga Jawa Tengah akan bisa terlihat sebesar 0 sampai 11 persen dan Sulawesi Utara sekira 0 sampai lima persen.
Lhokseumawe diprediksi menjadi wilayah yang berpeluang lebih besar bisa melihat gerhana. Persentase kemunculan gerhana di wilayah ini diperkirakan sebesar 53,7 persen dan berlangsung pada pukul 13.45 WIB sampai 16.44 WIB.
Bagi warga Jakarta yang menantikan fenomena ini, LAPAN memberikan bocoran kemunculan gerhana hanya akan terlihat sekira 11,1 persen saja dan terjadi mulai pukul 14.33 hingga 16.00.
Seperti diprediksi Boscha sebelumnya, untuk Indonesia, gerhana yang akan muncul besok tidak akan terlalu istimewa karena hanya akan terlihat sebagian. Namun bagi negara-negara yang dilewati gerhana secara penuh, fenomena gerhana kali ini akan menjadi gerhana Matahari yang istimewa dengan durasi terpanjang abad ini, karena akan berlangsung sekira tiga hingga empat jam lamanya. (rah)
PERINGATAN. Satu hal penting yang HARUS DIPERHATIKAN ketika mengamati Matahari adalah kita tidak boleh melihatnya secara langsung baik dengan mata telanjang ataupun dengan alat optik seperti kamera, binokular, ataupun teleskop. Melakukan hal tersebut dapat mengakibatkan KERUSAKAN MATA sementara ataupun permanen (KEBUTAAN). Amati Matahari dengan menggunakan filter yang aman, dan jangan melihatnya secara terus menerus. Amati paling lama 2 menit, kemudian berhenti dan baru amati lagi setelah 3 menit. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan pada mata seandainya ada cacat pada filter yang kita gunakan. Baca juga halaman ini. Selamat melakukan pengamatan.
Leave a Reply
kenampakan matahari, gerhana matahari cincin 2010, makalah gerhana bulan, proses terjadinya gerhana matahari, proses gerhana matahari, makalah matahari, gerhana matahari cincin 15 januari, makalah tentang gerhana matahari, artikel gerhana matahari cincin, makalah gerhana matahari, gerhana matahari, keterangan kenampakan matahari, animasi gerhana bulan dan matahari sma, gerhana matahari kalimantan, makalah matahari cincin