PENGEMBANGAN DAN PENGORGANISASIAN MASYARAKAT

March 14, 2009 · Posted in Makalah & Skripsi 

Heboh !!! Foto dan Video Sungai di Bawah Laut

BAB I

UPAYA PENGORGANISASIAN MASYARAKAT UNTUK MENGAKTIFKAN KEMBALI KERJA BAKTI WARGA DAN KEGIATAN PIKET BERSAMA

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Masyarakat Indonesia dikenal dengan masyarakat yang suka bergotong royong. Kegiatan gotong royong terlihat dalam tradisi kerigan (kerja bakti warga) yang dilakukan untuk kepentingan bersama. Namun seiring dengan berjalannya waktu kegiatan gotong royong ini menjadi semakin jarang ditemui. Budaya gotong royong sedikit demi sedikit terkikis oleh budaya individualis. Kehidupan individualis semakin terlihat sekali pada masyarakat perkotaan. Pada masyarakat pedesaan tradisi gotong royong masih dapat ditemui, walaupun intensitasnya tidak sesering dulu.

Kegiatan gotong royang dalam bentuk kerja bakti memiliki banyak manfaat. Dari sisi sosial kegiatan ini dapat meningkatkan kebersamaan warga sehingga menumbuhkan kerukunan diantara warga. Dari sisi kesehatan juga sangat berperan dalam menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan demikian dapat dijadikan sebagai suatu sarana untuk pencegahan penyakit diantaranya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes aegepty. Faktor lingkungan sangat berperan dalam penyebaran penyakit ini. Musim penghujan merupakan waktu yang rawan untuk terjadinya kasus DBD. Pada musim ini banyak genangan-genangan air yang dapat dijadikan tempat berkembang biak nyamuk. Kasus DBD akhir-akhir ini kembali merebak dengan jumlah korban yang meninggal terus bertambah.

S

1

aat ini salah satu upaya pencegahan penyakit DBD yang sedang digalakkan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Piket Bersama. Piket Bersama ini dilakukan melalui kegiatan pemantauan jentik nyamuk di lingkungan sekitar rumah. Piket Bersama ini merupakan wujud kesertaan masyarakat dalam rangka untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan Piket Bersama ini diharapkan akan terus berkembang dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kegiatan ini.

Kenyataannya di lapangan kegiatan Piket Bersama banyak mengalami permasalahan. Banyak daerah-daerah yang pada awal diadakan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Namun pada saat ini sebagian besar daerah tersebut kegiatan Piket Bersama menjadi berhenti. Banyak faktor yang menyebabkan kegiatan ini tidak lagi berjalan. Masyarakat RT 03 RW 14 masuk wilayah Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan, pernah dilakukan kegiatan Piket Bersama. Piket bersama ini dilakukan oleh ibu-ibu PKK seminggu sekali, namun kegiatan tersebut saat ini sudah tidak berjalan. Diperlukan suatu pengorganisasian masyarakat untuk mengaktifkan kembali kegiatan tersebut menjadi kegiatan yang berkesinambungan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dirumuskan beberapa masalah yaitu:

    1. Bagaimana bentuk aktifitas gotong royong yang dilakukan masyarakat RT 03 RW 14 Kelurahan Teluk ?

    2. Adakah kegiatan PSN dalam bentuk Piket Bersama dan bagaimana bentuk kegiatannya ?

    3. Alasan masyarakat RT 03 RW 14 Kelurahan Teluk tidak lagi menjalankan Piket Bersama ?

    4. Bagaimana cara mengorganisir masyarakat agar aktifitas gotong royong dan Piket Bersama tetap bisa berjalan secara berkesinambungan ?

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Bentuk Aktifitas Gotong Royong yang Dilakukan di RT 03 RW 14 Kelurahan Teluk

RT 03 RW 14 termasuk Grumbul Karang Bawang yang terletak di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan. RT ini terdiri dari 47 Kepala Keluarga (KK). Umumnya penduduk bermatapencaharian sebagai buruh swasta dan pedagang dengan kehidupan sosial ekonomi menengah. Umumnya ibu rumah tangga tidak bekerja (bukan wanita karier). Aktifitas ibu-ibu rumah tangga di lingkungan RT dilakukan melalui kegiatan PKK. Kegiatan PKK yang dilakukan secara rutin adalan arisan yang dilakukan sebulan sekali. PKK tersebut dibagi menjadi 4 Dasa Wisma (Dawis) yang masing-masing terdiri dari ± 10 KK.

Salah satu bentuk gotong royang yang dilakukan masyarakat adalah kerja bakti bersama. Kerja bakti ini biasanya dilakukan untuk membersihkan lingkungan yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu dan memperbaiki atau membangun sarana umum. Kerja bakti yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu yaitu yang dilakukan menjelang Bulan Agustus dan Bulan Ramadhan.

Setiap tahun tahun menjelang Bulan Agustus warga RT 03 yang terdiri dari bapak-bapak dan remaja melakukan kegiatan kerja bakti di lingkungan RT. Kegiatan tersebut berada di bawah koordinasi Ketua RT 03 sehingga setiap warga berperan aktif. Kerja bakti dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Kerja bakti tersebut dilakukan untuk membersihkan lingkungan khususnya pinggir-pinggir jalan RT. Selain itu juga warga mengecat dan menghias jalan-jalan dengan umbul-umbul atau bendera-bendera plastik yang bernuansa hari kemerdekaan. Hal ini menciptakan suasana yang lebih semarak. Dalam kegiatan ini semua warga berbaur untuk saling bergotong royong sehingga tercipta suasana akrab diantara warga.

M

3

enjelang Bulan Ramadhan di RT ini juga dilakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan masjid yang ada di RT ini. Kegiatan ini dilakukan oleh para remaja dan dilakukan pada Minggu pagi. Kegiatan ini dilakukan dengan membersihkan bangunan masjid yaitu dengan mengepel, membersihkan kaca dan merapikan barang-barang yang ada di masjid. Adapun bentuk kerja bakti lainnya adalah kerja bakti dalam rangka membangun atau memperbaiki sarana umum yang rusak. Kegiatan ini dilakukan oleh bapak-bapak dibawah koordinir Ketua RT. Kerja bakti yang pernah dilakukan yaitu dalam rangka membangun Poskamling dan memperbaiki jalan yang rusak. Sumber dana yang digunakan untuk pembangunan sarana ini berasal dari swadaya masyarakat RT, kecuali untuk pembangunan jalan yang tergolong besar mendapat bantuan dana dari Pemerintah Desa Teluk.

Bentuk kerja bakti yang dilakukan di RT 03 merupakan kegiatan yang dilakukan setiap tahun, sehingga tidak ada kegiatan kerja bakti yang dilakukan secara rutin dalam jangka waktu mingguan atau bulanan. Selain itu kerja bakti juga dilakukan bila ada keperluan dalam pembangunan atau perbaikan sarana umum yang rusak.

  1. Bentuk Kegiatan Piket Bersama yang dilakukan di RT 03

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan pengurus PKK RT 03, kegiatan PSN dalam bentuk Piket Bersama pernah dilakukan. Kegiatan Piket Bersama ini mulai dilakukan sekitar tahun 2003 oleh ibu-ibu PKK. Ibu-ibu PKK ini mendapat instruksi untuk melakukan kegiatan Piket Bersama dari PKK Kelurahan Teluk, yang merupakan program dari Puskesmas Purwokerto Selatan. Kegiatan Piket Bersama ini dilakukan di setiap Dawis. Ibu-ibu yang mendapat giliran piket bertanggungjawab untuk memeriksa jentik di rumah-rumah yang berada di Dawisnya. Piket Bersama ini dilakukan oleh dua orang ibu yang dilakukan secara bergiliran. Kegiatan Piket Bersama ini dilakukan seminggu sekali. Kegiatan pemeriksaan jentik ini dilakukan di tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun memeriksa keberadaan genangan-genangan air di sekitar rumah. Peralatan yang digunakan untuk kegiatan ini adalah baterai beserta batu baterainya. Peralatan ini dibeli dari uang kas PKK yang dipakai secara bergantian.

  1. Sebab-Sebab Kegiatan Piket Bersama di RT 03 Tidak Berjalan

Piket Bersama di RT 03 hanya berjalan selama ± satu tahun dan mulai berhenti tahun 2004 hingga saat ini. Beberapa alasan warga yang dikemukakan warga tidak lagi melakukan Piket Bersama adalah:

    1. Kurangnya motivasi dari tenaga kesehatan.

Ibu-ibu PKK jarang mendapat penyuluhan kesehatan oleh tenaga kesehatan Puskesmas akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit DBD.

    1. Adanya kegiatan piket lain.

Di RT ini terdapat kegiatan penarikan kotak sumbangan yang dilakukan oleh warga secara bergiliran setiap sore hari. Kegiatan ini sudah berlangsung lama (lebih dari 10 tahun). Setiap rumah di RT tersebut secara ikhlas memberikan sumbangan dana mulai dari Rp. 100,00 hingga tidak terbatas. Dana yang terkumpul digunakan untuk kegiatan RT dan kegiatan masjid. Dengan adanya Piket Bersama, berarti warga mendapat dua kali giliran piket. Terkadang terjadi berturan dimana dalam sehari ibu mendapat giliran piket bersama dan piket menarik kotak sumbangan.

    1. Masyarakat belum merasakan pentingnya Piket Bersama

Selama ini di RT ini belum pernah terjadi kasus DBD, sehingga masyarakat belum merasakan pentingnya melakukan Piket Bersama. Mereka merasakan tidak ada bedanya antara melakukan Piket Bersama dengan tidak melakukannya.

    1. Tidak adanya hukuman bagi warga yang tidak melakukan Piket Bersama.

Hal ini akan membuat iri bagi warga yang rajin melakukan Piket Bersama, sehingga mereka akan cenderung meniru untuk tidak melakukan Piket Bersama.

  1. Cara Mengordinir Masyarakat RT 03 Agar Aktifitas Gotong Royang dan Piket Bersama Berjalan secara Berkesinambungan

Sebagian besar warga RT 03 bekerja sebagi buruh swasta dan pedagang. Umumnya mereka tidak libur kerja pada hari minggu. Inilah salah satu penyebab tidak adanya kerja bakti warga yang dilakukan secara rutin baik mingguan atau bulanan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan aktifitas kerja bakti menjadi kegiatan rutin minimal sebulan sekali adalah dengan mengalihkan sasaran pelaku kerja bakti. Selam ini kerja bakti membersihkan lingkungan ataupun lainnya terfokus pada peran bapak-bapak. Kita dapat memberdayakan potensi yang ada di RT 03. Di RT 03 memiliki jumlah remaja yang besar (lebih dari 30 remaja). Umumnya mereka tidak memiliki kegiatan pada hari minggu pagi.

Sayangnya kegiatan remaja yaitu Karang Taruna saat ini sudah tidak berjalan selama ± setahun ini. Melihat keadaan ini upaya pertama kali yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali organisasi remaja. Ini bisa dilakukan dengan mengundang semua remaja untuk dibentuk suatu keorganisasian remaja atas prakarsa tokoh masyarakat dan pengurus RT. Melalui wadah Karang Taruna yang terbentuk, para remaja dapat mengisinya dengan kegiatan-kegiatan rutin ataupun kegiatan yang lain. Kegiatan rutin yang dapat dilakukan adalah arisan remaja dan kegiatan kerja bakti di lingkungan RT sebulan sekali. Dalam pelaksanaan kerja bakti ini warga yang lain yang tidak memiliki kesibukan di hari Minggu dapat ikut berperan serta, sehingga remaja tidak merasa bekerja sendiri. Dengan demikian mereka merasa mendapat dukungan dari tokoh masyarakat. Untuk meningkatkan keikutsertaan remaja dalam kegiatan kerja bakti dapat diberlakukan semacam hukuman berupa denda atau teguran bagi remaja yang tidak ikut kerja bakti. Besarnya denda sesuai dengan kesepakatan mereka.

Kegiatan gotong royang lainnya yang perlu diaktifkan kembali di RT 03 adalah Piket Bersama. Upaya pertama yang dapat dilakukan untuk mengaktifkan Piket Bersama adalah dengan pemberian motivasi pada warga khususnya ibu-ibu akan pentingnya kegiatan tersebut. Pemberian motivasi ini dilakukan melalui forum PKK. Hal ini dapat dilakukan dengan mengundang pihak Puskesmas untuk memberi penyuluhan pada ibu-ibu sehingga dapat menggungah kesadaran mereka. Dengan tumbuhnya kesadaran mereka maka Piket Bersama ini tidak lagi dirasakan sebagai beban melainkan sebagai suatu kebutuhan. Warga menjadi termotivasi untuk membersihkan tempat-tempat penampungan air dari jentik-jentik, minimal saat dilakukan jadwal pemeriksaan.

Upaya selanjutnya yang dilakukan adalah dengan mengatur kembali jadwal piket ibu-ibu PKK agar tidak berbenturan dengan jadwal kegiatan penarikan kotak sumbangan. Piket bersama ini dilakukan sebulan sekali dan dilakukan di waktu luang ibu-ibu yaitu pada sore hari. Dimana waktu tersebut ibu-ibu sudah tidak disibukkan dengan aktifitas rumah tangga. Selain upaya pengaturan jadwal, dapat juga diberlakukan semacam hukuman berupa denda dan teguran bagi warga yang tidak menjalankan piket. Besarnya denda sesuai dengan kesepakatan bersama.

Melalui upaya-upaya tersebut diatas diharapkan kegiatan kerja bakti maupun Piket Bersama dapat berkembang dan terlaksana secara rutin. Semua warga diharapakan untuk berperan aktif dan memberi dukungan untuk kelangsungan kegiatan tersebut di masa yang akan datang.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

    1. Masyarakat RT 03 RW 14 Kelurahan Teluk memiliki tradisi gotong royang dalam bentuk kerja bakti yang dilakukan menjelang waktu-waktu tertentu yaitu menjelang Bulan Agustus dan Bulan Ramadhan dan pada saat membangun atau memperbaiki sarana umum yang rusak.

    2. Masyarakat RT 03 RW 14 Kelurahan Teluk pernah dilakukan kegiatan PSN dalam bentuk Piket Bersama untuk memeriksa keberadaan jentik-jentik nyamuk di lingkungan rumah, namun saat ini tidak berjalan.

    3. Alasan masyarakat tidak lagi menjalankan Piket Bersama yaitu:

      1. Kurangnya motivasi dari tenaga kesehatan

      2. Adanya kegiatan piket lain yaitu piket penarikan kotak sumbangan RT.

      3. Masyarakat belum merasakan pentingnya Piket Bersama.

      4. Tidak adanya hukuman bagi warga yang tidak melakukan Piket Bersama.

    4. Cara mengordinasi masyarakat agar kegiatan kerja bakti dan Piket Bersama tetap bisa eksis dan berjalan secara berkesinambungan yaitu:

      1. Untuk kegiatan kerja bakti: memberdayakan potensi remaja untuk aktif dalam kegiatan kerja bakti dan didukung oleh warga masyarakat lainnya.

      2. Untuk kegiatan Piket Bersama: pemberian motivasi bagi warga akan pentingnya kegiatan ini, penyusunan jadwal kembali agar tidak terjadi benturan dengan jadwal kegiatan lain, dan adanya sanksi berupa teguran dan denda bagi warga yang tidak menjalankan tugas piket.

  1. Saran

    1. Perlunya pembinaan dan dukungan dari tokoh masyarakat kepada remaja untuk terus berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

    2. Perlunya kerjasama dan kemitraan yang baik antara PKK, masyarakat dan pemerintah desa maupun pihak Puskesmas dalam rangka keberlangsungan kegiatan Piket Bersama secara berkesinambungan.

Related posts:

  1. TUGAS TERSTRUKTUR; ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
  2. Masyarakat Majemuk Menurut Van den Berghe dan E. Durkheim

pengorganisasian masyarakat, pengorganisasian dan pengembangan masyarakat, makalah pengorganisasian dan pengembangan masyarakat, pengorganisasian pengembangan masyarakat, bentuk-bentuk pengorganisasian, latar belakang pengorganisasian, pengembangan dan pengorganisasian masyarakat, makalah pengorganisasian pendidikan, pengembangan pengorganisasian, pengertian kerja bakti, pengertian kerja bakti lingkungan, pengertian pengembangan dan pengorganisasian masyarakat, pengertian pengorganisasian masyarakat, pengertianpengembangan & pengorganisasian MASYARAKAT, Pengorganisasian, pengorganisasian dan masyarakat dengan usaha usaha memperbaiki lingkungan dan kesehatan lingkungan, pengembangan pengorganisasian pemerintah desa, pengembangan pengorganisasian masyarakat, mengembangkan potensi remaja dalam masyarakat, pelaksanaan pengorganisasian masyarakat di indonesia LintasBerita.Com | InfoGue.Com

Leave a Reply




Improve the web with Nofollow Reciprocity.